|
Si Mungil
Sesaat tanganku yang sedang melipat kain
kumal ini berhenti, pandangan mataku ku ayunkan ke ruang sebelah kamar ini.
Ketika itu nampak sosok bocah dengan girang melompat ke kanan dan ke kiri
luapkan suka citanya demi melihat gambar tokoh anak kesukaannya.
Tak kusadari Aku benar-benar telah menjadi seorang Ayah.
Raut mukanya yang tak asing bagi diriku sangat jelas menempel di seontran
wajahnya begitu pula wajah Sang Ibu.
Bocah mungil itu tumbuh dan bernalar, sepintar Ibunya.
Tubuhnya yang tak begitu montok tapi tinggi semampai, dengan kaus oblong dan tak
berlengan,
sambil berteriak-teriak menirukan gerak gerik tokoh idolanya.
meski ucapannya nggak begitu sempurna tapi terdengar jelas.
Ayah . . .
aku tersentak begitu dia memanggilku
Ide Cemerlang
Setetes ide yang aku tuangkan
dalam sebuah cangkir perak ini
adalah simbol dari suatu
buah tangan seonggok impian
Aku lama berjalan di gang itu
baru sekejap kutemui buah tangan ini
seakan malaikatpun tersenyum
kemudian diberikannya
segenggam ide cemerlang
kepadaku sembari mengucap
“kuberikan ini kepadamu
bukan lagi sebuah impian ...”
Rinduku
Ramadahan
Ketika waktu berjalan melalui detik
melangkah melalui hari demi hari
tiba saatnya waktu yang selalu
Kita rindukan kedatangannya . . .
Bulan yang penuh berkah
Bulan yang dilumuri kasih sayang
Bulan yang dikarumiai ampunan
Ramadhan yang Indah
dihiasi dengan ibadah
dengan sajadah aku bersimbah
untuk mengharap berkah
dari Yang Maha Kuasa ... ya Allah
Alhamdulilllah . . . Kita masih bertemu
Bulan suci Ramadahan yang dirindukan
Selamat menjalankan Ibadah Puasa
|