|
Aku mencoba menuangkan isi kepala
dan hatiku lewat goresan-goresan pena yang lusuh akan rentangnya kehidupan
yang telah kujalani selama ini....
Angin akan
mengalir
Jika ada ruang
maka berikanlah ruang
yang cukup untuk bergerak
Begitu pula dengan jiwa
jiwa akan mengalir dalam
ruang jasadmu
berikanlah ruang gerak
bagi jiwamu
Namun angin juga dapat
berakibat rusaknya ruang itu
angin dapat mengikis habis
ruang itu
Maka jagalah jiwamu
agar tidak merusak jasadmu !!
Waktu kebetulan
kita bertemu
sebagai dua orang asing yang bertemu
duka kupun berjalan . . .
dan engkaulah dukaku itu
karena puisi juita ialah
orang asing di negriku
dibenih kekosongan dan
kehampaan . . .
Aku adalah bunga mawar
yang sedang merekah kelopaknya
tapi sayang aku terbengkelai
aku layu, kering, dan tersia-sia
namun aku akan tetap setia
menjadi sebuah arti asmara
mengobati semua duka yang ada
dengan semerbak wangi mawar itu.
Hari ini . . .
Matahari menjelang surut
waktu melangkah detik demi detik
dilalui dengan ucapan terbalut doa
menyebut namaMu Ya . . . Allah
menahan rasa lapar demi ridhoMu
memerangi hawa nafsu . . .
mencurahkan hati & jiwa Kami
hanya untuk mengharap CintaMu
Ketika Adzan di kumandangkan
bedug-bedug bertabuhan . . .
hati menjadi lega mendengarnya
diiringi dengan ucapan doa
Kita berbuka membatalkan puasa
dengan seteguk air untuk membasahi
segenap kujur tenggorokan yang kerontang
Alhamdulillah telah kita lalui . . .
nikmatnya berpuasa dalam sehari ini
Semoga puasaku dilumuri berkahMu
Si
Mungil Ide
Cemerlang Rinduku
Ramadhan
|